BERAWAL
DARI IMPIAN
Inilah
sepenggal kisah yang menceritakan sesosok manusia dari timur. kehidupan anak
yang ingin bercita-cita untuk meraih kesuksesan dan impian yang akan di
raihnya. Di mana selalu melalui
hari-harinya dengan senyum dan semangat yang begitu tinggi tak merasa sedikutpun ada yang menganjang di
benahnya pemikiran-pemikaran yang akan menghalinginya. Saya lahir dari keluarga
yang tidak mampu tetapi rasa syukur yang dalam walaupun terlahir dari kalangan
keluarga yang tak mampu. Tak terasa aku sudah mau menginjakkan kakiku dibangku
SD menunjukkan umurku saat itu 7 tahun. Saat di bangku SD saya ini pernah
tinggal kelas akan tetapi cita-cita yang saya impikan tak pernah pudar seperti
biasa pagi hari selalu melangkakan kakiku ke sekolah dengan semangat guna untuk
mendapatkan ilmu. Saya pun tak akan perna takut dengan impian yang telah aku
tulis di dalam memori saya karna aku yakin dengan bermimpi saya akan
mendapatkan hasilnya. Dengan doa, dan dukungan
kedua orang tua aku terus berjalan mengukir cita-cita ini tanpa ragu
sedikit pun yang terbayang di benang saya untuk kemudian ingin menjadi tentara,
polisi, guru bahkan presiden tidak ada dibenagku untuk menjadi ustads atau
penjuang islam. Saya percaya bahwa banyak orang yang bermimpi besar tetapi
mimpi-mimpi itu hanya tersimpah di dalam memori mereka karna mereka
tereliminasi oleh zaman, di kalangan anak muda saat ini di kampung halaman saya
di tomia mereka lebih memilih untuk menjadi pelayar dari pada menjadi pelajar.
Sehingga mereka harus menghadapi ombang di laut dari pada duduk di bangku
sekolah ini juga di sebabkan factor ekonomi yang tidak cukup.
Henry Ford orang miskin, tetapi dia bisa bermimpi tentang
kereta yang tidak ditarik kuda. Mulai bekerja hanya dengan peralatan yang di milikinya,
tanpa menunggu peluang yang menguntungkan dia. Kini, bukti tentang impiannya
dirasakan orang di seluruh dunia. Dia membuat banyak roda bergulir di seluruh
permukaan bumi karena tidak gentar mendukung impian-impiannya. Ia memproduksi
jutaan mobil, dan membuat impian setiap orang menjadi nyata untuk memiliki
mobil sendiri-sendiri. coba Anda bayangkan dunia saat ini tanpa kendaraan
bermotor. Inilah salah satu contoh orang yang bermimpi besar untuk meraih
kesuksesan yang begitu di rasakan orang lain bukan hanya dirinya sendiri.
Setelah kelas 6 SD saya pun pindah di kampung
halaman ibuku yaitu Buton Utara khsusnya di ereke, di sanalah aku banyak
belajar. Di kampung ini ibuku salalu mengajari saya untuk hidup mandari. Kami
sekeluarga ibu saya dan adik-adik saya tinggal bersama nenek saya karena kami
hanya numpang di rumah nenekku. Rumah panggung yang sederhana itulah tempat
tinggal kami sekeluarga pada saat itu kami tidak punya rumah di ereke sehingga
harus tinggal dengan nenek. Nenek saya hanya pedagang sayur, kelapa dan
lain-lainnya di pasar. Setiap nenek pulang dari pasar tidak pernah lupa untuk
membelikan cucu-cucunya makanan ringat seperti roti atau sejenisnya untuk di
makan. Setiap shubuh sehabis sholat nenek dengan semangatnya harus pergi di
pasar untuk berjualan padahan umur beliau sangat tua yaitu berkisar 70 tahun
keatas umur yang seharusnya untuk beristrahat malah di gunakan untuk berjualan.
Si nenek ini rutin berdagang kalau kita pikir seharusnya orang tua ini harus
lebih banyak dirumah dari pada jalan, jarak pasar dan rumah cukup jauh untuk
kita tempu tetapi dengan semangat dan kuatnya berjalan kaki dia dengan senang
menjalinnya. Sosok nenek ini juga tidak pernah menigalkan sholat lima waktunya
setiap hari dia rutin menjalankan ibadah dan ketaatan dia terhadap perintah
allah swt. Dari sosok nenek inilah saya banyak belajar untuk hidup dan taat
kepada perintah agama tapi apadaya dengan kondisi lingkungan yang begitu keras
perintah allah itu kita lalaikan. Saya hanya banyak bermain daripada
menjalankan agama allah.
Ø FAJAR PAGI
Setelah kepergian ibu dan adik saya
dari ereke ke daerah timur Indonesia yaitu papua maka tinggallah saya bersama
nenek. Ibu saya ikut bersama bapakku mengadup nasib di papua walaupun dengan
melawati ganasnya perairan laut banda dan laut papua. Dan saat saya sudah duduk
di bangku SMP ibu meninggakanku karna saya harus sekolah. Setiap pagi seperti
biasa nenek saya pergi di pasar maka saat itu tinggal saya sendiri di rumah. Saya
pun juga seperti biasa pagi-pagi kesekolah untuk meraih cita-cita saya yang
sudah saya tulis di memori saya. Tapi ada suatu yang menganjal pada diri saya
yaitu untuk menunaikan ke islaman saya dalam menjalankan perintah allah swt
maka pada saat itupun saya tidak pernah meninggalkan sholat saya di mesjid.
Dengan hati senang si nenek tadi bangga terhadap saya karna dulunya saya tidak
perna sholat walaupun selalu di ingatkan tetapi secara tiba-tiba saya rajin ke mesjid.
Di sinilah saya belajar menghargai waktu saya untuk beribadah kepada allah,
walaupun saya sakit ataupun hujan tapi selalunya saya kemesjid. Tapi apadaya
ketika setiap hari aku kemesjid yang hanya aku temui adalah orang tua tidak ada
anak muda yang sholat di mesjid apakah mereka sholatnya di rumah ataupun hanya
hura-hura saja, itulah wajah anak muda sekarang mereka lebih memilih hidup
sia-sia dari pada menunaikan perintah allah.
Orang yang sholat juga tidak pernah penuh kadang
hanya 5 orang kadang juga hanya 10 orang itupun hanya orang tua. Di waktu aku
berjalan sholat kemesjid pada sholat ashar aku duduk-duduk di samping tembok
mesjid menungu iqoma tiba-tiba ada seorang ustad memangil saya untuk duduk di
sampingnya , akupun berdiri untuk menghapirinya sesampaiku di tempatnya duduk
aku. langsung di Tanya rumahku dan anaknya siapa dengan ragu-ragu saya menjawab
dengan sopan. Ternyata ustad ini adalah seorang guru SD dan istrinya juga guru
dan teman dekat mamaku saat itu masih kecil. Dan juga beliau ternyata adalah
jamaan tablik, yang selalu berdakwah dan mengajak orang untuk ke mesjid namanya
ustad Ramsudi, S,pd mereka rajin berdakwah di masyarakat, walaupun hinaan,
cacian bahkan kata-kata kasar selalu terucapkan pada kalangan masyarakat tetapi
mereka tetap tabah dan sabar menghadipinya. Di saat itu memag jamaah tablik di
kampung cukup banyak, pada akhirnya saya pun ikut dia berdakwah di rumah-rumah
tetangga, Aku selalu di ajak di rumah beliau. Aku rajin belajar agama bersama
mereka tak di sangka saya di jadikan remaja mesjid pada saat itu, saya yang
selalu muazin mesjid, putar radio. Tapi ada cerita unik ketika saya azan di
mesjid setiap selesai sholat banyak kalangan masyarakat yang mengertawai azan
saya karna suara saya yang tak sampai. Tapi ada juga yang sadar dan mau ke mesjid
untuk bergabung sholat sama berjamaah setelah mendengar azan dari saya, dari
sinilah saya berdakwah walaupun banyak mengertawai azan saya tapi ada juga yang
datang sholat.
Sewaktu
saya melaksanakan sholat magrib di mesjid tiba-tiba ada seseorang yang menjumpai
saya di mesjid untuk mengabarkan saya bahwa mama dan adik saya sudah tiba di
rumah, setelah selesai sholat pun aku bergegas kerumah dengan hati yang senag.
Ketika saya tiba di rumah aku merasa kaget mamaku mengendong bayi perumpuan
yang umurnya baru 1 tahun lebih, ternyata bayi itu adalah adikku. Disaat itu
aku merasa bangga dengan kehadiran adik perumpuanku itu karna adik saya yang
dua ini adalah laki-laki. Setelah lama saya tinggal di keluarga karna sekian
lama saya terpisah sama mamaku ternyata bibi saya di tomia menjemput saya dan
adikku untuk sekolah kembali di tomia saya pun tidak menolak tawaran itu.
Dengan hati senang dan rindu saya pun ikut dengan tujuan ketika saya tiba di
sana saya akan mengaplikasikan ilmu artinya saya berdakwah di tomia. Tapi
apadanya semangat itu pudar bagaikan kunang-kunag kehilangan cahaya saya
termakan zaman.Dengan kehidupan yang begitu keras kita tinggal di tomia,
lingkungan mempengaruhi saya sehingga saya lupa dengan waktu sholat lupa dengan
berdakwah ini lah kerasnya system demokrasi terhadap pemuda saat ini. Mereka
termakan oleh budaya dan masuk pada lian kemaksiatan memisahkan agama dengan
kehidupan itulah sifat sekularisme. Moral pemuda saat ini tidak berfungsi
mereka lebih senang meminum minuman keras, membuat acara joget dan lain sebagainya.
Akhirnya setelah tamat SMP pada saat itu saya lebih memilih hidup di daerah
timur Indonesia yaitu papua.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar